Tampilkan postingan dengan label Bikin Sange. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bikin Sange. Tampilkan semua postingan
Home » Posts filed under Bikin Sange
Sabtu, 09 Juli 2011
Kenikmatan Gadis Belia
Saya dikenalkan oleh
teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat
sekolah saya yaitu di SMPN 3.
Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu,
saya lihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai
dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B
(kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget
dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info
tinggi saya 165 cm dan umur waktu itu 16 tahun), saya berkata siapa
namamu?, dia jawab L—- (edited), setelah berkenalan akhirnya kami saling
memberikan nomor telepon masing-masing,
besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua
janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya
membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah…, jalan terus dong.
Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan
rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L—-muncul dari
balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan
rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Saya tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh jawab saya,” saya tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).
Saya tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh jawab saya,” saya tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).
Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung
pulang ke rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil
papanya belum datang.
Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., Papa saya kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“oohh…”, jawab saya.
Saya tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”
“saya…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…”, tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar saya…”.
Dia bilang “Iya…”.
Lalu saya bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat saya…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.
Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., Papa saya kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“oohh…”, jawab saya.
Saya tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”
“saya…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…”, tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar saya…”.
Dia bilang “Iya…”.
Lalu saya bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat saya…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.
Saya langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit
yah…”, dia cuma mengangguk. Payudaranya saya remas dengan kedua tanganku
sambil bibir saya jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung
saya lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kamipun berpagutan
saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya langsung saya
rasakan menegang dengan kerasnya. Saya mengambil tangan kirinya dan
menuntun memegang penisku dibalik celana saya, dia cuma menurut saja,
lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, saya langsung
mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat sayang”, kata saya.
“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi saya tidak ambil pusing tetap saya gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.
“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi saya tidak ambil pusing tetap saya gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.
Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah saya. Sambil saya
memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas
kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, “Ahh…, aahh…”,
kemudian saya tarik payudaranya dekat ke wajah saya sambil saya gigit
pelan-pelan. Diapun memeluk kepala saya tapi tangannya saya tepiskan.
Sekelebat mata saya menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup
saya pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil
berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena
bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang
bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.
Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju saya. Saya pun
langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan
kedua tangan saya tapi tetap dalam keadaan berdiri saya jilati kembali
payudaranya. Setelah puas mulut saya pun turun ke perutnya dan tangan
saya pelan-pelan saya turunkan menuju liang senggamanya sambil terus
menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya. Tangan sayapun
menggosok-gosok selangkangannya langsung saya angkat pelan-pelan rok
yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang
berwarna putih saya remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru,
dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”,
dengan pelan-pelan saya turunkan cdnya sambil saya tunggu reaksinya
tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda
setan).
Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.
Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.
Setelah puas sayapun menyuruhnya duduk di lantai sambil saya membuka
kancing celanaku dan saya turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, saya
tuntun tangannya untuk mengelus penis saya yang sudah sangat tegang
sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Diapun mengelusnya terus
mulai memegang penis saya. Saya turunkan CD-ku maka penis saya langsung
berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot
melihat penis saya yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm
dan panjang kira-kira 15 cm) saya menyuruhnya untuk melepas kaos yang
dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang
saya suruh lakukan. Dengan terburu-buru saya pun melepas semua baju saya
dan celana saya kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan saya
dikursi, saya tuntun penis saya ke wajahnya dia pun cuma melihatnya
saja. Saya suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.
Setengah memaksa, saya tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga
kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati penis saya,
langsung saya teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia
memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya. “aakk…, akk…, nikmat
sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya saya suruh berdiri dan
melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal
akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia
depanku sambil berdiri. Sayapun tak mau ketinggalan saya langsung
berdiri dan langsung melepas CD-ya. Saya langsung menubruknya sambil
menjilati wajahnya dan tangan saya meremas-remas kedua payudaranya yang
putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…,
aahh”, sewaktu tangan kananku saya turunkan ke liang kemaluannya dan
memainkan jari-jariku di sana.
Setelah agak lama baru saya sadar bahwa jari saya telah basah. Saya
pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan saya siapkan penis saya. Saya
genggam penis saya menuju liang senggamanya dari belakang. Saya sodok
pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk saya sodok lagi terus hingga dia
pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil
mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”,
sayapun terus menyodok dari belakang. Mungkin karena kering penis saya
nggak mau masuk-masuk juga saya angkat penis saya lalu saya ludahi
tangan saya banyak-banyak dan saya oleskan pada kepala penissaya dan
batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Saya
genggam penis saya menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan saya
cari dulu lubangnya begitu saya sentuh lubang kemaluannya dia pun
langsung mendesis kembali, “Ahh…, aahh…”, saya tuntun penis saya menuju
lubang senggamanya itu tapi saya rasakan baru masuk kepalanya saja
diapun langsung menegang tapi saya sudah tidak peduli lagi. Dengan satu
hentakan yang keras saya sodok kuat-kuat lalu saya rasa penis saya
seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil
berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”. Saya rasakan penis saya
sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan saya terasa
seperti lecet di dalam kewanitaannya. Saya lalu bertahan dalam posisi
saya dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayang…
cuman sebentar kok…”
Saya memegang kembali payudaranya dari belakang sambil saya
remas-remas secara perlahan dan mulut saya menjilati belakangnya lalu
lehernya telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut saya agak
lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman saya dibadan
dan remasan tangan saya di payudaranya, “Ahh…, aahh…, ahh…, kamu sayang
sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada saya dengan wajah yang
penuh pengharapan. Saya cuma menganggukkan kepala padahal saya lagi
sedang menikmati penis saya di dalam liang kewanitaannya yang sangat
nikmat sekali seakan-akan saya lagi berada di suatu tempat yang
dinamakan surga. “Enak sayang?”, kataku. Dia cuma mengangguk pelan
sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu
saya mulai bekerja, saya tarik pelan-pelan penis saya lalu saya majukan
lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, “Aahh…, ahh…,
ahhkkhh…” akhirnya ketika saya rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan
lagi saya pun mengeluar-masukkan penis saya dengan cepat dia pun semakin
melenguh menikmati semua yang saya perbuat pada dirinya sambil
terus-meremas payudaranya yang besar itu. Dia teriak “Sayaa mauu
keeluuarr…”.
Sayapun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai saya rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya. Saya pegangi pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.
Sayapun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai saya rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya. Saya pegangi pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.
Dari penis saya menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…,
croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, saya melihat air mani saya
membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks sayangkuu…”,
sambil berjongkok saya cium pipinya sambil saya suruh jilat lagi
penisku. Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu saya bilang
pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan
memakainya kembali.
Setelah kami berdua selesai saya mengecup bibirnya sambil berkata,
“Saya pulang dulu yah sampai besok sayang…!”. Dia cuma mengangguk tidak
berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Saya
lihat jam saya sudah menunjukkan jam 23.35, saya pulang dengan sejuta
kenikmatan.
Kenalan Lansung ML
Ini merupakan sebuah cerita saya sejak saya tinggal di kanada, begini kronologisnya :
Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget,semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.
Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.
Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.
“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan”, aku bilang.
“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.
Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.
Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.
Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.
Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.
Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.
Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.
Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.
“Mau Minum Champagne?” tanyanya.
“Boleh”, kataku, “Tapi.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.
Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. “Gile, dikirain becanda” pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.
Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.
Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!
Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, “teknik meminum air”. Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata “do my sister”
Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.
Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.
Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.
Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, “Aahh… fuck… shit!
Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.
Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.
Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.
Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.
Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.
Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.
READ MORE - Kenalan Lansung ML
Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget,semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.
Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.
Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.
Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.
“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.
“Ini, silakan”, aku bilang.
“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.
“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.
Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.
Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.
Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.
Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.
Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.
Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.
Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.
“Mau Minum Champagne?” tanyanya.
“Boleh”, kataku, “Tapi.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.
Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. “Gile, dikirain becanda” pikirku.
Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.
Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.
Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.
Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!
Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, “teknik meminum air”. Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata “do my sister”
Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.
Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.
Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.
Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, “Aahh… fuck… shit!
Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.
Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.
Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.
Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.
Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.
Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.
Kamis, 07 Juli 2011
Rahasia Miss V
Ini merupakan sebuah pengetahuan lebih lanjut tentang Miss V, mungkin anda juga bisa mempelajari tentang Miss V itu sendiri :
1. Miss V Punya Pembersih Alami
Alat kelamin wanita memiliki kemampuan membersihkan diri secara alami. Jadi Anda para wanita tidak perlu melakukan douching yaitu membersihkan Miss V dengan menyemprotkan air ke dalam, membersihkan dengan sabun wangi atau semprotan pembersih.
Miss V memiliki mekanisme alamiah untuk membersihkan melalui cairan yang diproduksinya dalam jumlah kecil setiap hari. Proses pembersihan ini dibantu oleh bakteri-bakteri komensal (bakteri yang memang hidup dalam vagina) yang menjaga vagina dari infeksi kuman lain.
2. Orgasme = Penghilang Rasa Sakit Paling Ampuh
Dilansir iVillage, jika dalam suatu kesempatan Anda mengeluh sakit kepala dan menolak berhubungan intim, pikir lagi. Menurut para ahli, orgasme justru obat paling ampuh untuk menyembuhkan rasa sakit. Jadi pastikan pasangan Anda bisa memberikannya saat bercinta. Kalau tidak, Andalah yang harus berusaha untuk meraih orgasme itu.
Tubuh melepaskan hormon endoprhin saat bercinta. Hormon ini mempunyai efek seperti morfin dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap rasa sakit.
3. Bukan Hanya G-Spot
G-spot menjadi poin penting jika wanita ingin mendapatkan orgasme yang luar biasa. Namun sebenarnya ada spot lainnya yang disebut A-spot. Daerah itu sama efektifnya dengan G-spot jika ingin memberikan wanita klimaks.
A-spot lokasinya lebih dalam dari g-spot (berada persis di depan rahim). Saat pasangan ingin menstimulasi A-spot Anda, pastikan ada cairan lubrikasi yang cukup karena kalau tidak akan terasa sakit dan tidak nyaman.
4. You Are What You Eat
Miss V yang sehat memiliki bau khas, tapi tidak terlalu tajam. Miss V yang sudah terinfeksi bakteri biasanya akan berbau tajam. Namun tidak semua Miss V yang berbau aneh terinfeksi.
Makanan yang Anda makan bisa mempengaruhi bau dan rasa Miss V. Misalnya saja, jika Anda makan banyak nanas dan buah yang manis, Miss V akan terasa dan berbau manis. Sedangkan saat makan sayur-sayuran seperti kol dan asparagus, Miss V akan jadi lebih beraroma.
5. Wanita Juga Bisa Ejakulasi
Beberapa orang berpendapat, caira ejakulasi yang dikeluarkan wanita sebenarnya bukanlah cairan ejakulasi, tapi urine. Namun para peneliti telah menemukan bahwa wanita memang bisa memproduksi cukup banyak cairan saat ejakulasi. Menurut peneliti, komponen cairan ejakulasi wanita berbeda dengan komponen urine.
6. Miss V Bisa Jadi Lebih Panjang
Berapa panjang Miss V berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa wanita memiliki Miss V yang kecil dengan kanal yang pendek. Sementara wanita lainnya memiliki Miss V yang panjang.
Dilansir askdanandjennifer, Miss V bisa jadi lebih panjang saat wanita merasa bergairah. Panjang Miss V saat wanita tidak bergairah adalah 3-4 inchi. Namun ketika bergairah, panjang itu bisa jadi dua kalinya.
Jadi untuk para pria, pastikan pasangan Anda merasa bergairah sebelum penetrasi dilakukan. Karena jika wanita bergairah, Mr. Happy bisa masuk lebih dalam.
7. Seks Bisa Buat Miss V Muda & Sehat
Sama seperti otot, Miss V perlu dilatih dan digunakan atau bagian tubuh tersebut bisa lemah dan rapuh. Biasanya Miss V akan melemah saat wanita sudah menopause atau mulai tua. Jaringan yang ada di dalam Miss V akan menjadi lebih tipis dan lama-lama rapuh. Bercinta secara teratur bisa membuat Miss V tetap dalam kondisi baik.
8. Otot Miss V Sangat Kuat
Semua wanita memiliki kemampuan untuk menggunakan otot Miss V mereka atau yang lebih dikenal dengan otot PC saat bercinta. Otot ini biasanya Anda gunakan saat menghentikan air seni ketika buang air kecil.
Otot Miss V bisa diperkuat dengan rutin berlatih Kegel. Anda tentu tidak pernah menyangka betapa kuatnya otot Miss V jika rajin dilatih. Menurut catatan, rekor Miss V terkuat di dunia dipegang oleh wanita Rusia. Si wanita bisa mengangkat beban seberat 14 kg dengan otot Miss V-nya.
Cewek Toge tanpa operasi plastik
Cewek seksi itu relatif, bisa dari kemolekan tubuh, penampilan ataupun sikap dan kepribadian. Terkadang, umumnya kebanyakan memang cewek seksi diukur dari faktor fisik, (maaf) seperti pinggul besar, payudara yang besar dan montok, bibir merekah, tinggi dan berat badan yang proporsional dan cara berpakaian. Ya terutama dari cara berpakaian, umumnya juga dari kaum perempuan (cewek) pun merasa seksi ketika menggunakan pakaian minim (hot), dengan memperlihatkan paha, payudara (toket gede) yang menyembul dibalik kaos yang ketat dan sejenisnya. Tentunya hal ini kembali pada persepsi masing-masing dalam mendefinisikan apa itu seksi dan keseksian.
wow, cewek cantik tanpa operasi plastik emank bebner" seksi, bikin si mr. P naik + kolor makin seret.
Langganan:
Postingan (Atom)



































